REPRESENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DALAM KONTEN KREATOR DI PLATFORM VIDEO PENDEK SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA
Keywords:
Identitas Budaya Lokal, Konten Kreator, Video Pendek, Pelestarian Budaya, Media Digital.Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi dan pelestarian budaya, di mana platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts kini menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana identitas budaya lokal direpresentasikan oleh para konten kreator di platform video pendek serta bagaimana representasi tersebut berkontribusi sebagai upaya pelestarian budaya di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) dan semiotika untuk membedah simbol-simbol budaya yang ditampilkan dalam konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten kreator mengonstruksi identitas budaya lokal melalui hibriditas budaya—memadukan unsur tradisional seperti bahasa daerah, pakaian adat, dan tradisi lokal dengan tren modern yang populer (music background, editing style, dan tantangan viral). Representasi ini berhasil mengubah citra budaya lokal yang semula dianggap kuno menjadi lebih relevan, interaktif, dan menarik bagi generasi muda (Gen Z dan Milenial). Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform video pendek tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang kultural digital yang efektif untuk negosiasi identitas dan preservasi budaya lokal secara partisipatif di tengah arus globalisasi.
References
Barker, C., & Jane, E. A. (2016). Cultural studies: Theory and practice (5th ed.). SAGE Publications.
Castells, M. (2010). The power of identity: The information age - Economy, society, and culture (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Remaja Rosdakarya.
Pradopo, R. D. (2021). Semiotika: Teori dan metode analisis teks. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 110-125.
Putri, A. S., & Wahid, U. (2022). Konstruksi identitas budaya lokal melalui media sosial TikTok (Analisis konten pada akun @KreatorLokal). Jurnal Komunikasi Global, 11(1), 45-62.
Setiawan, I. (2020). Pelestarian kebudayaan daerah berbasis digital di era society 5.0. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 4(3), 201-215.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.












