MODERASI BERAGAMA SEBAGAI INSTRUMEN SOFT POWER KEMENTERIAN AGAMA DALAM STABILITAS KEAGAMAAN NASIONAL

Authors

  • M Anwar Purba Author
  • Desty Prihartini Author
  • Udin Siregar Author
  • Husni Hidayat Author
  • M. Yusup Author
  • M. Syukri Ismail Author

Keywords:

moderasi beragama, soft power, Kementerian Agama, stabilitas keagamaan, kebijakan publik.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama sebagai instrumen soft power Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas keagamaan nasional di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis kebijakan. Data diperoleh dari dokumen resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya berfungsi sebagai program kebijakan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis negara dalam membangun citra Islam moderat melalui pendekatan nilai, kebijakan, dan institusi. Dalam perspektif soft power Joseph Nye, moderasi beragama bekerja melalui daya tarik nilai-nilai Islam wasathiyah yang mencakup komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Implementasi moderasi beragama terlihat pada sektor pendidikan, masyarakat, dan ruang digital yang berkontribusi terhadap penguatan stabilitas keagamaan nasional. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa resistensi kultural, fragmentasi otoritas keagamaan, dan pengaruh media sosial yang mempercepat penyebaran narasi ekstrem. Dengan demikian, moderasi beragama dapat disimpulkan sebagai bentuk state-led soft power Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas keagamaan di Indonesia.

References

Abidin, Z. (2020). Moderasi beragama sebagai strategi deradikalisasi pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 145–160.

Abidin, Z., Kuswanto, K., Ismawati, S. I., Baros, V., & Nilfatri, N. (2023). Education Based on Innovation and Creativity in Improving the Competitiveness of Micro, Small and Medium Enterprises. Zabags International Journal Of Engagement, 1(1), 30-37.

Asad, T. (2003). Formations of the secular: Christianity, Islam, modernity. Stanford University Press.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dye, T. R. (2017). Understanding public policy (15th ed.). Pearson.

Fia, O. A., Musthofa, M. A., & Devi, E. K. (2024). Analisis Pembiayaan Modal Kerja Terhadap Pertumbuhan Usaha Nasabah PT. Fifgroup Muara Sabak: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(2), 100-105.

Foucault, M. (1991). Governmentality. In G. Burchell, C. Gordon, & P. Miller (Eds.), The Foucault effect: Studies in governmentality (pp. 87–104). University of Chicago Press.

Hidayat, N., & Musthofa, M. A. (2025). TINJAUAN HUKUM ISLAM DALAM PENGGUNAAN APLIKASI ALFAGIFT PADA TRANSAKSI BELANJA DI ALFAMART TALANG BABAT. Journal of Social and Economics Research, 7(1), 1777-1795.

Huda, M., & Rahman, F. (2022). Tantangan implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Studi Islam, 14(1), 55–72.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Indeks moderasi beragama Indonesia. Kemenag RI.

Kuswanto, K., Abidin, Z., Pestano, R. D., & Ikhlas, M. (2024). Critical Thinking, Literacy, and Numeracy as Factors in STEM: Madrasah Student Learning. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 19(1), 99-114.

Kuswanto, K., Fajanela, J. V., & Abidin, Z. (2024). Learning Technology Increases the Perception of Online Learning. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 88-98.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Musthofa, M. A. (2024). Dinamika Kelisanan dan Keaksaraan dalam Produksi dan Resepsi Literatur Keagamaan Masyarakat Hadhrami di Tanah Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 23(1), 17-34.

Musthofa, M. A. (2025). Madrasah teacher management in enhancing students’ understanding of religious moderation. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 782-798.

Musthofa, M. A., & Ali, H. (2021). Faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam pendidikan Islam di Indonesia: Kesisteman, tradisi, budaya. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1-19.

Musthofa, M. A., Wulandari, T., Sunarti, Z., & Devi, E. K. (2025). Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Jual Beli Karung Bekas di Toko Bilqis Jaya Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 1071-1077.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Suryadi, A. (2021). Internalisasi nilai moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(3), 201–215.

Downloads

Published

2025-04-17

How to Cite

MODERASI BERAGAMA SEBAGAI INSTRUMEN SOFT POWER KEMENTERIAN AGAMA DALAM STABILITAS KEAGAMAAN NASIONAL. (2025). SEMESTA: Jurnal Multidisipliner, 2(1), 32-39. https://ejournal.almusthofa.org/index.php/semesta/article/view/265

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.